Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

HEMATOLOGI

HEMATOLOGI Hematologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang darah, organ pembentukan darah dan penyakitnya. Khususnya jumlah dan morfologi sel-sel darah, serta sumsum tulang. Darah adalah jaringan khusus yang berbeda dengan organ lain, karena berbentuk cairan. Jumlah darah dalan tubuh adalah 6-8% berat tubuh total. 45-60% darah terdiri dari sel-sel, terutama eritrosit, leukosit dan trombosit. Fungsi utama darah adalah sebagai media transportasi, serta memelihara suhu tubuh dan keseimbangan cairan. Darah merupakan bagian dari tubuh yang berperan penting dalam mempertahankan kehidupan. Darah berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Darah berbentuk cairan, sehingga dapat didistribusikan keseluruh tubuh melalui pembuluh darah. Volume darah didalam tubuh bervariasi, pada orang dewasa volume darah sekitar 6 liter atau sekitar 7-8% dari berat badan. Misalnya berat badan 50 kg, berarti volume darah berkisar antara 3,5 liter sampai 4 liter. Darah t...

ANALGETIK

ANALGETIK Analgesik adalah obat yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit atau obat-obat penghilang nyeri tanpa menghilangkan kesadaran (Mita dan Husni, 2017). Analgetika merupakan suatu senyawa atau obat yang dipergunakan untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri diakibatkan oleh berbagai rangsangan pada tubuh misalnya rangsangan mekanis, kimiawi dan fisis sehingga menimbulkan kerusakan pada jaringan yang memicu pelepasan mediator nyeri seperti bradikinin dan prostaglandin yang akhirnya mengaktivasi reseptor nyeri disistem saraf perifer dan diteruskan ke otak. Nyeri adalah perasaan/sensasi tidak nyaman yang menandakan adanya kerusakan sel dalam tubuh atau inflamasi (radang). Nyeri timbul karena tubuh menerima stimulus/rangsangan mekanik (trauma, terpukul, teriris, cubitan), panas (cahaya matahari, api, listrik) dan kimia (makanan/minuman terlalu asam, penyakit). Jadi, nyeri sesungguhnya dalah respon tubuh yang disebabkan karena adanya salah satu atau beberapa ...

ANTIKONVULSI

ANTIKONVULSI A.    PENGERTIAN Obat-obatan yang digunakan untuk serangan kejang atau epilepsi disebut sebagai antikonvulsi atau antiepilepsi. Terapi epilepsi hampir selalu kronis dan sering menggunakan lebih dari satu obat. Sampai saat ini, obat antiepilepsi masih merupakan terapi utama untuk epilepsi. Oleh karena itu, dokter harus mampu memilih obat antiepilepsi (OAE) yang paling tepat dan mengawasi respon pasien terhadap terapi. Pemahaman mengenai farmakodinamik dan farmakokinetik obat-obat tersebut akan sangat membantu dalam memilih obat yang tepat serta mengembangkan penelitian untuk mengetahui mekanisme kerja obat lebih lanjut. B.    MEKANISME KERJA Obat anti epilepsi (OAE) bekerja melawan bangkitan melalui berbagai target seluler, sehingga mampu menghentikan aktivitas hipersinkroni pada sirkuit otak. Mekanisme kerja OAE dapat dikategorikan dalam empat kelompok utama : 1.        Modulasi voltage-gated ion channels , t...

ANTIHISTAMIN

ANTIHISTAMIN A.    PENGERTIAN Antihistamin (antagonis histamin adalah zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin terhadap tubuh dengan jalan memblokir reseptor histamin. Histamin merupakan derivat amin dengan berat molekul rendah yang diproduksi dari L-histidine. Ada empat jenis reseptor histamin, namun yang dikenal secara luas hanya reseptor histamin H1 dan H2. Reseptor H1 ditemukan pada neuron, otot polos, epitel dan endotelium. Reseptor H2 ditemukan pada sel parietal mukosa lambung, otot polos, epitelium, endotelium, dan jantung. Sementara reseptor H3 dan H4 ditemukan dalam jumlah yang terbatas. Reseptor H3 terutama ditemukan pada neuron histaminergik, dan reseptor H4 ditemukan pada sum-sum tulang dan sel hematopoitik perifer.Istilah antihistamin pertama kali ditujukan pada reseptor antagonis H1 yang digunakan untuk terapi penyakit inflamasi dan alergi. Antihistamin merupakan obat yang sering dipakai dibidang dermatologi, terutama untuk kelainan kronik...