ANALGETIK


ANALGETIK
Analgesik adalah obat yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit atau obat-obat penghilang nyeri tanpa menghilangkan kesadaran (Mita dan Husni, 2017).
Analgetika merupakan suatu senyawa atau obat yang dipergunakan untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri diakibatkan oleh berbagai rangsangan pada tubuh misalnya rangsangan mekanis, kimiawi dan fisis sehingga menimbulkan kerusakan pada jaringan yang memicu pelepasan mediator nyeri seperti bradikinin dan prostaglandin yang akhirnya mengaktivasi reseptor nyeri disistem saraf perifer dan diteruskan ke otak.
Nyeri adalah perasaan/sensasi tidak nyaman yang menandakan adanya kerusakan sel dalam tubuh atau inflamasi (radang). Nyeri timbul karena tubuh menerima stimulus/rangsangan mekanik (trauma, terpukul, teriris, cubitan), panas (cahaya matahari, api, listrik) dan kimia (makanan/minuman terlalu asam, penyakit). Jadi, nyeri sesungguhnya dalah respon tubuh yang disebabkan karena adanya salah satu atau beberapa rangsangan yang mengenai bagian tubuh (Puspitasari, 2010).
Penyebab nyeri yaitu didalam lokasi jaringan yang mengalami luka atau peradangan beberapa bahan algesiogenik kimia diproduksi dan dilepaskan, didalamnya terkandung dalam prostaglandin dan bradikinin. Bradikinin adalah perangsang reseptor nyeri. Sedangkan prostaglandin ada 2 yang pertama Hiperalgesia yang dapat menimbulkan nyeri dan PG (E1, E2, F2A) yang dapat  menimbulkan efek algesiogenik.
A.    Golongan obat analgesik di bagi menjadi dua yaitu
1.    Analgesik opioid/narkotik
Analgesik opioid merupakan kelompok obat yang memiliki sifat-sifat seperti opium atau morfin. Golongan obat ini digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri seperti pada fraktura dan kanker. Contoh : Metadon, Fentanil, Kodein (Mita dan Husni, 2017).
Mekanisme aksi dari obat-obatan golongan ini adalah menghambat adenilat siklase dari neuron, sehingga terjadi penghambatan sintesis c-AMP (siklik adenosine mono phiosphat), selanjutnya menyebabkan perubahan keseimbangan antara neuron non adrenergik , serotonik dan kolinergik.
2.    Analgetik Non-Narkotik
Obat Analgesik Non-Narkotik dalam Ilmu Farmakologi juga sering dikenal dengan istilah Analgetik/Analgetika/ Analgesik Perifer. Analgetika perifer (non-narkotik), yang terdiri dari obat-obat yang tidak bersifat narkotik dan tidak bekerja sentral. Penggunaan Obat Analgetik Non-Narkotik atau Obat Analgesik Perifer ini cenderung mampu menghilangkan atau meringankan rasa sakit tanpa berpengaruh pada sistem susunan saraf pusat atau bahkan hingga efek menurunkan tingkat kesadaran. Obat Analgetik Non-Narkotik /Obat Analgesik Perifer ini juga tidak mengakibatkan efek adiksi pada penggunanya. Contoh : Asam Mefenamat, Parasetamol, Aspirin, Ibuprofen, Na-diklofenak (Mita dan Husni, 2017).

PERMASALAHAN :
1.  Bagaimana mekanisme kerja obat analgetik secara umum?
2.  Berdasarkan kerja farmakologinya, obat analgetika dibagi menjadi 2 golongan  yaitu Analgetika Narkotik dan Analgetika Non-Narkotik. Dari golongan obat tersebut obat golongan manakah yang lebih efektif sebagai analgetik? Dan bagaimana mekanisme kerjanya secara umum?
3.  Bagaimana mekanisme kerja obat golongan Non-Narkotik secara umum?

DAFTAR PUSTAKA
Mita, S. R dan P. Husni. 2017. Pemberian Pemahaman Mengenai
Penggunaan Obat Analgesic Secara Rasional Pada Masyarakat Di
Arjasari Kabupaten Bandung. Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk
Masyarakat. 6(3): 193-195.
Puspitasari, I. 2010. Jadi Dokter Untuk Diri Sendiri, B First, Yogyakarta.

Komentar

  1. assalamua'laikum miftah nurul mencoba menjawab nih no. 1


    Mekanisme Kerja Obat Analgesik1. Analgesik Nonopioid/Perifer (Non-Opioid Analgesics)
    Obat-obatan dalam kelompok ini memiliki target aksi pada enzim, yaitu enzimsiklooksigenase (COX). COX berperan dalam sintesis mediator nyeri, salah satunya adalah prostaglandin. Mekanisme umum dari analgetik jenis ini adalah mengeblok pembentukan prostaglandin dengan jalan menginhibisi enzim COX pada daerah yang terluka dengandemikian mengurangi pembentukan mediator nyeri . Mekanismenya tidak berbeda dengan N!"# dan COX-$ inhibitors. %&ek samping yang paling umum dari golongan obat iniadalah gangguan lambung usus, kerusakan darah, kerusakan hati dan ginjal serta reaksi alergidi kulit. %&ek samping biasanya disebabkan oleh penggunaan dalam jangka 'aktu lama dandosis besar

    BalasHapus
  2. Hai miftah, pemaparan yang baiklah sekali. Saya akan mencoba menyelesaikan permasalahan anda yang ketiga mengenai mekanisme obat analgetik non narkotik secara umum. Menurut saya, Analgetika non narkotik digunakan untuk mengurangi rasa sakit yang ringan sampai moderat sehingga sering disebut analgetika ringan, juga menurunkan suhu badan pada keadaan panas badan yang tinggi dan sebagai antiradang untuk pengobatan rematik. Mekanisme analgetika non narkotik secara umum yaitu pbekerja pada perifer dan sentral sistem saraf pusat.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANTIKONVULSI

HEMATOLOGI

ANTIHISTAMIN